TODO “ Desa tua peninggalan jaman kejayaan Kerajaan Manggarai”

Terletak di Desa Todo, Kec. Satar Mese Barat, Kab. Manggarai, Kampung tua yang memiliki halaman yang dikelilingi batu tersusun rapi merupakan asal muasal kerajaan Manggarai. Di sini terdapat Rumah Adat (Niang) bernama “NIANG WOWANG”, Tambur/gendang Kecil yang terbuat dari kulit perut seorang gadis /Nona (Loke Nggerang) dan meriam-meriam kuno.

Selain itu salah satu ciri khas kampung Todo adalah Niang Todo, sebuah rumah adat berbentuk bundar beratap jerami yang diketahui merupakan istana raja Todo tempo dulu.

Rumah adat utama „Niang Todo“ yg dulunya tempat tinggal sang Raja Todo dan tempat penyimpanan „Gendang Sakral“

Niang Todo dilihat dari bawah 👆👇

Menurut Pak Titus rumah adat ini adalah rumah adat tertua dan original (asli) di Manggarai. Rumah adat ini hampir sama seperti rumah adat Manggarai pada umumnya, beratapkan ijuk, berbentuk kerucut dengan rangka kayu dan bambu, jika kerucut dibuka maka kerangkanya akan menggambarkan sebuah jaring laba-laba.

Pintu rumah adat ini hanya setinggi bahu orang dewasa jadi jika akan masuk rumah, seseorang harus menundukkan kepalanya, menurut orang Manggarai hal ini sebagai gambaran untuk menghormati pemilik rumah atau tetua adat mereka.

Peralatan tari Caci

Ukiran kayu pada salah satu pilar

Didalam rumah Niang Todo 👆

Berikut beberapa Foto yang menggambarkan keindahan suasana Desa Todo (aslinya lebih indahhhhhh deh 😁)

Rumah Adat „Niang Wowang“

Niang Wowang

Niang Wowang sebelum turun kabut ❤️❤️👆

Kabut menyelimuti „Niang Wowang“ tapi malah membuat suasana semakin mistis ❤️

saya dan paksu disuruh berpose oleh Pak Titus 😂 (saya yg asline pencinta kabut dg semangat 45 melaksanakan perintah si Pak Titus dong! 😂😂)

Berjalan diatas Awan 😂 (sebelum kabut turun)

Setelah berpose saya kemudian berbincang-bincang dg penduduk setempat sambil memberi pengarahan untuk tidak membuang sampah sembarangan 😬😬

Penduduk Asli Todo ❤️

Kain khas NTT yg harganya berkisar antara 50.000 – 400.000 rupiah

Golden hour ❤️❤️

Anak-anak kampung Todo yg minta di foto ❤️❤️❤️ sooo cute kan??

Life is better when you smile 😊 ❤️ (Nadia, Tasya & Andini).

Pintu masuk rumah Adat

Selain itu ada hal yang membedakan Rumah adat Todo dengan rumah adat Manggarai lainnya yaitu rumah adat ini terdapat gendang yang menurut cerita masyarakat setempat gendang tersebut terbuat dari kulit perut manusia.

Once upon time, pada masa Kerajaan Todo ada seorang gadis (Nona) keturunan India yg sangat cantik yang diperebutkan oleh dua Raja yg pada saat itu berkuasa, akan tetapi si Nona tidak tertarik sama sekali dengan kedua Raja yg memperebutkannya. Saya agak sedikit lupa dg cerita Pak Titus (pegawai yg merawat rumah-rumah adat tersebut 😬😬) kalau tidak salah kedua Raja tersebut membuat kesepakatan siapa saja yg berhasil menyunting si Nona maka Raja yg kalah harus menyerahkan Kerajaannya kepada si Raja yg berhasil menikahi si Nona, tapi rupa-rupanya si Raja Todo ini sedikit licik, diam-diam dia mengunjungi si Nona dan dibunuhnya dan kulit perut si Nona diambil serta diawetkan dg ramuan rempah-rempah dan dijadikan sebagai gendang! Dan rupa-rupanya karena si Raja Todo memiliki kulit perutnya si Nona akhirnya dia memiliki kekuatan yg luarbiasa sehingga si Raja yg lainpun takluk kepadanya (nanti saya akan klarifikasi dg Pak Titus lagi mengenai cerita ini – maapppkan 🤓🤓

Inilah „Loke Nggerang“ yg konon berasal dari kulit perut si Nona- Dengan membayar Rp. 150.000/orang pengunjung diperbolehkan masuk ke rumah adat dan melihat langsung Gendang Sakral ini!

Di atap pintu masuk Rumah Adat Todo juga terdapat ukiran kayu yang menggambarkan reproduksi wanita -rahim-, hal ini juga yang membedakan rumah Adat ini dengan rumah adat Manggarai lainnya.

Ukiran kayu yg menggambarkan reproduksi rahim seorang Wanita.

Di desa Todo dan juga di desa-desa lain di kabupaten Manggarai pengunjung juga dapat menyaksikan wisata budaya yg sangat terkenal yaitu “CACI”. Untuk CACI saya akan tulis ekstra di Blog karena ceritanya panjang dan juga sangat menarik 😉😉

Diundang minum teh dan makan Talas oleh Ibu Poppin ❤️

Diajarin menenun Kain yg ada malah saya merusak 🤣🤣 maapkan saya buibu!

Sekian cerita singkat tentang Desa Tua semoga pembaca bisa sedikit ikut terbawa ketempat yg luarbiasa ini.

Salam hangat dari Austria 🇦🇹

Ini bukti kalau saya benar-benar di Todo (jaman now semua harus ada bukti yeee ntar dibilang hoak pula 🤣)

Catatan kecil/ bts tapi penting 😁:

Sebenernya tujuan utama kita pada awalnya adalah WAEREBO tapi karena supir kita telat datang akhirnya kita berangkat juga telat dari Labuanbajo dan lucky us akhirnya kita terdampar di TODO, awalnya kita ngebut utk mengejar waktu dan Supir kita bilang mungkin waktu untuk ke Waerebo tidak akan terkejar dan yg menyarankan utk pergi ke TODO, dan saya tidak menyesal karena the truth is Waerebo (menurut Pak Titus nih) adalah hanya sebuah fotocopy dari TODO. Dan akhirnya setelah kita pasrah saya dan rombongan malah sempat menyaksikan Tarian Adat CACI . Kadang dalam hidup kita memang harus menerima kenyataan dan tidak usah ngotot menentang alam dan pada akhirnya kita akan diberi ganjaran juga.

Dan ada satu pesan dr Pak Titus; Kalau kalian ingin melihat rumah asli Flores datanglah ke Todo kalau kalian mau hiking pergilah ke Waerebo 😁!! Semoga suatu hari Todo akan ngetop juga seperti Waerebo! Amin

Narasumber story: Pak Titus, Google dan Wikipedia. Foto: Koleksi Pribadi

#travelblogger #todoflores #beautifulindonesia #ntt #manggarairegency #travelstories #ceritaperjalanan #traveller #weltkulturerbe #worldheritage

Advertisements

Ein Kommentar zu „TODO “ Desa tua peninggalan jaman kejayaan Kerajaan Manggarai”

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s