AMSTERDAM

Mengunjungi „the best of Amsterdam“ tips dari orang lokal

Kota Amsterdam adalah sebuah kota yang menarik dan unik dan punya „sesuatu yang khusus“ buat semua pengunjung. Beberapa reputasi paling terkenal Amsterdam adalah kota tempat untuk meng“ganja“, seks bebas dan kaum gay 😉 pendek kata kotanya „seks, drugs dan rock & roll deh“ !! kalian bahkan bisa beli T-Shirt dg teks „Good girls go to heaven! Bad girls go to Amsterdam“ 😂😂😂 kenapa ya cuma girls saja …. sampai detik ini belum nemu yg buat Pria (diskriminasi kan? 🤣).

Aniwe back ke Amsterdam ….

Akan tetapi selain hal-hal yg menyangkut seks, drugs Amsterdam terkenal juga dengan kecantikan dan kemegahannya yang merupakan sisa-sisa dari Jaman „Dutch Golden Age“.

Dan yang melebihi dari semua itu Amsterdam sangat terkenal sebagai „PLACE OF FREEDOM“ dan selain itu di Amsterdam banyak tempat-tempat keren, mau ke museum? Rembrandt? van Gogh? atau Rijkmuseum pokoknya buanyakkk banget deh museum di Amsterdam atau ke Caffeeshops (disini kalau mau kalian bisa membeli Marijuana secara resmi) atau mau ke Caffee beneran xixixiixi maksud saya mau bener-bener NGOPI yaaa 😁 di Amsterdam cafe-cafe cantik juga bejibun deh. Intinya kunjungan ke Amsterdam dijamin pasti unik dan pasti akan menjadi pengalaman yg tidak gampang dilupakan!

I promise ✌🏼✌🏼

Berikut List tempat2 paling ngetop di Amsterdam:

1. Royal Palace

2. Anna Frank House

3. Museum Square

4. De Pijp

5. Hermitage Amsterdam

6. De Wallen

Foto quele: Google

Royal Palace

Salah satu spot bagus untuk memulai tour di Amsterdam adalah Royal Palace, bisa dijangkau dari Stasiun Amsterdam Central yang cantik dan termasuk tua karena dibangun pada tahun 1889. Dari Amsterdam Central kalian bisa naik Tram, hop on Boat, sewa Sepeda atau jalan kaki. Kalau menurut saya sih lebih enak jalan kaki karena on the way ke Royal Palace sudah bisa foto-foto seperti di spot beken „Damrak“ yg letaknya di dekat stasiun 😁 dan satu arah ke Royal Palace. Jadi begitu kalian selesai dg foto-foto jalaaan lurusss yaaa dan kalian akan sampai di Dam Square, disinilah letak Royal Palace yang dikonstruksi pada jaman „Dutch Golden Age“.

Disebelah kanan Royal Palace adalah de Nieuwe Kerk (New Church) yg sering dijadikan tempat eksibisi Seni & Photography.

The Royal Palace

The New Church

The Bijenkorf – Mall yg terletak didepan Royal Palace, barang-barang branded bisa dibeli disini.

Damrak

Anna Frank House

Mengunjungi Anna Frank house lebih baik jalan kaki (jalan kaki lagi hahahahha maklum saya sudah ketularan orang Eropa yg hobinya jalan kaki 😂) eh tapi bener deh karena kalau mau menuju ke rumah Anna Frank yg sekarang notabene adalah Museum dan setiap tahunnya dikunjungin sekitar 1 juta orang kita harus melewati kanal-kanal cantik 😂 jadi kan lumayan sekali tepuk dua lalat toh sebelum sampai ketujuan kalian bisa foto-foto lagi di Kanal-Kanal ciamiknya Amsterdam. Nah kalau saya terus-terang belum pernah masuk ke Museum Anna Frank karena selalu panjangggg sekali antriannya dan saya paling malasss kalau disuruh antri ✌🏼. Habis mengunjungi Museum si Anna jangan lupa ya mampir ke Westerkerk (Western Church) di Gereja ini pelukis beken Rembrandt dikubur. Foto lagi bisa lo hehehehehe

Dari Westernkerk kalian bisa jalan ke arah Rozengracht dan akan sampai di area Jordaan (Jordaan neighborhood), area ini dulunya adalah tempat tinggal para pekerja kelas bawah kalau sekarang jangan tanya deh ! itu area adalah salah satu area termahal di Amsterdam. Di Jordaan kalian akan banyak menemui Galeri Seni dan taman-taman belakang yg cantik yg biasa disebut Hofjes.

Anna Frank House

Westernkerk

Museumsquare

Taman di Museumplein

Museumplein terletak di belakang Rijksmuseum, disini juga terletak Van Gogh Museum, Stedelijk Museum. Kalau di Rijksmuseum kalian bisa melihat karya-karya pelukis beken Belanda seperti Rembrandt dan Vanmeer serta banyak barang-barang jadul dari Indonesia di Stedelijk Museum kalian akan menemukan Modern dan Contemporary Seni.

Dan jangan lupa yaa setelah selesai mengunjungi Museum kalian juga bisa berpose di depan tulisan terkenal „Iamsterdam“ dan kalau sudah selesai berpose ria kalian bisa mampir jalan-jalan atau bersantai ria di Vondelpark yg letaknya tidak begitu jauh dari Museumplein.

Tulisan „Iamsterdam“ yg sebentar lagi mau dibuang oleh kota Amsterdam krn Amsterdam sudah tidak perlu lagi mempromosikan kotanya they are too much tourism nowadays

De Pijp

Dari Museumplein kalian bisa jalan kaki hahahha atau naik Tram ke area urban di Old South de Pijp (dibaca de Paip).

Saya dan Pak Menir kebetulan tinggal di area yg terkenal juga dg ke Bohemian-nya. Di de Pijp ada satu pasar beken yaitu Albertcuyp (dibaca Albertkaip) adalah pasar tempat saya berbelanja dan di Albertcuyp kalian bisa membeli semua makanan khasnya Belanda seperti Keju, Herring, Poffertjes atau Stroopwaffels. Di Albertcuyp kalian bisa juga membeli sayur-sayuran atau buah-buahan dari Asia (singkong, nangka dll).

Selain itu dipasar banyak juga makanan dari Indonesia, Suriname, Turki atau Maroko pokoknya lengkap deh. Dan jangan lupa di de Pijp kalian juga bisa melihat Pabrik Bir Heineken booking saja the Heineken Experience kalau kalian penasaran dg cara pembuatan Bir.

Jadiiiii jangan lupa kalau kalian perlu spesial guide untuk menjelajahi de Pijp hubungi saya ya heheheh

musim semi di de Pijp

de Pijp’s corners

Hermitage Amsterdam

Di balik pepohonan itulah Hermitage sedangkan yg disebelah kanannya ituadalah National Opern House

Disebelah utara sungai Amstel berdiri Bangunan Hermitage Museum yg katanya sih cabangnya Hermitage St. Petersburg-Rusia di Belanda, jadi ceritanya dulu Tsar Peter sangat terkesan dg kecantikan architecture dan canal-canal di Amsterdam jadi beliau menjadikan kota Amsterdam sebagai model design kota St. Petersburg di Rusia. Sampai segitunya ya?

Sudah selesai lihat Hermitage jangan lupa berpose ria di jempatan paling terkenal di Amsterdam yaitu jembatan the Magerebrug

De Magere Brug

Selesai foto kalian bisa lanjut perjalanan ke Waterlooplein (Waterloosquare) disana berdiri juga National Opern House, dan kalau kalian lurus terus kearah utara kalian akan sampai di Nieuwemarkt (Newmarket) nah di Square ini berdiri dengan megahnya Gedung The Waag (Weight House), gedung the Waag aslinya adalah pintu gerbang kota Amsterdam diabad ke 15.

de Waag

De Wallen

Salah satu tempat terkenal di de Wallen adalah Red Light District. Setiap kali saya jadi tour guide di Amsterdam pasti semua teman-teman saya selalu geleng-geleng kepala sambil cekikikan melihat para wanita/waria/pria yg berpakaian minin yg berdiri dibalik Jendela-jendela kaca, tapi kata saya juga apa? kan Amsterdam memang unik dan RDL termasuk salah satu spot yg membuat Amsterdam unik 😂😂

Dan sebenernya RDL dulunya adalah pusat kota Amsterdam di jaman „Middle Age“ antara abad ke 5 sampai abad ke 15. Selain areanya yg sangat hidup juga banyak bangunan-bangunan tua yg keren-keren. Salah satunya adalah de Oudekerk (the old church). Dari RLD kalian bisa jalan ke Zeedijk (Sea Dike) atau Chinatown-nya Amsterdam!

Di Zeedijk kalian bisa makan makanan Chinese atau makanan Asia spt Vietnamese Thai atau makanan Indonesia, atau mau makanan Turki dan Maroko semua ada.

Setelah kenyang makan di Zeedijk kalian bisa jalan kaki lagi ke arah utara ke Central Stasiun.

.

de Oedekerk (the old church)

Sementara sekian saja dulu ya! dalam waktu dekat insya alloh saya sambung lagi ttg Amsterdam dan maybe see yaaaa di Amsterdam yaaa 😉😉

Advertisements

TARI CACI (a ritual whip fight) di Manggarai- Nusa Tenggara Timur

Caci atau tari Caci atau adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penari yang bersenjatakan cambuk (pecut) bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan menggunakan perisai (tameng). Tari ini dimainkan saat syukuran musim panen (hang woja) dan ritual tahun baru (penti) , upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya.

Seorang laki-laki yang berperan sebagai pemukul (disebut paki) berusaha memecut lawan dengan pecut yang dibuat dari kulit kerbau/sapi yang dikeringkan. Pegangan pecut juga dibuat dari lilitan kulit kerbau. Di ujung pecut dipasang kulit kerbau tipis dan sudah kering dan keras yang disebut lempa atau lidi enau yang masih hijau (disebut pori). Laki-laki yang berperan sebagai penangkis (disebut ta’ang), menangkis lecutan pecut lawan dengan perisai yang disebut nggiling dan busur dari bambu berjalin rotan yang disebut agang atau tereng. Perisai berbentuk bundar, berlapis kulit kerbau yang sudah dikeringkan. Perisai dipegang dengan sebelah tangan, sementara sebelah tangan lainnya memegang busur penangkis.

Berikut beberapa foto pemain Caci anak-anak waktu mereka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia tgl 17 Agustus 2018

Penangkis (Ta’ang) dengan pecut (larik) dan tamengnya (nggiling) 👆

Pemukul (Paki) dengan Pecut (Larik) 👇

ready for action ❤️

pemukul (paki) sedang beraksi 😳 dipukul beneran lo sampai badan mereka merah-merah tapi menurut info mereka akan dikasih ramuan rempah-rempah yg berkhasiat simsalabim!!!

Para Penari yang menunggu giliran utk di/mencabuk dan menari berkeliling 😍❤️

Kostum dan Simbol

Caci berasal dari kata ca dan ci. Ca berarti satu dan ci berarti uji. Jadi, caci bermakna ujian satu lawan satu untuk membuktikan siapa yang kuat dan lemah.

Pemain dilengkapi dengan pecut (larik), perisai (nggiling), penangkis (koret), dan panggal (penutup kepala). Pemain bertelanjang dada, namun mengenakan pakaian perang pelindung paha dan betis berupa celana panjang warna putih dan sarung songke (songket khas Manggarai). Kain songket berwarna hitam dililitkan di pinggang hingga selutut untuk menutupi sebagian dari celana panjang. Di pinggang belakang dipasang untaian giring-giring yang berbunyi mengikuti gerakan pemain.

Topeng atau hiasan kepala (panggal) dibuat dari kulit kerbau yang keras berlapis kain berwarna-warni. Hiasan kepala yang berbentuk seperti tanduk kerbau ini dipakai untuk melindungi wajah dari pecutan. Wajah ditutupi kain destar sehingga mata masih bisa melihat arah gerakan dan pukulan lawan. Bagian kepala dan wajah pemain hampir seluruhnya tertutup hiasan kepala dan kain sarung (kain destar) yang dililit ketat di sekeliling wajah dengan maksud melindungi wajah dan mata dari cambukan. Seluruh kulit tubuh pemain adalah sah sebagai sasaran cambukan, kecuali bagian tubuh dari pinggang ke bawah yang ditandai sehelai kain yang menjuntai dari sabuk pinggang. Kulit bagian dada, punggung dan lengan yang terbuka adalah sasaran cambuk. Caci juga sekaligus merupakan medium pembuktian kekuatan seorang laki-laki Manggarai. Luka-luka akibat cambukan dikagumi sebagai lambang maskulinitas.

Selain itu Caci penuh dengan simbolisme terhadap kerbau yang dipercaya sebagai hewan terkuat dan terganas di daerah Manggarai. Pecut melambangkan kekuatan ayah kejantanan pria, dan langit. Perisai melambangkan ibu, kewanitaan, rahim , serta dunia. Ketika cambuk dilecutkan dan mengenai perisai, maka terjadi persatuan antara cambuk dan perisai.

Foto-foto berikut menunjukan keindahan hiasan kepala (panggal) pemain Caci

Pemain Caci dengan „giring-giring“

Peraturan Caci

Gendang sebagai musik pengiring. dan Caci dimainkan dua orang laki-laki, satu lawan satu, namun memukul dilakukan secara bergantian. Para pemain dibagi menjadi dua kelompok yang secara bergantian bertukar posisi sebagai kelompok penyerang dan kelompok bertahan. Caci selalu dimainkan oleh kelompok tuan rumah (ata one) dan kelompok pendatang dari desa lain (ata pe’ang atau disebut meka landang yang berarti tamu penantang). Tarian Danding atau tandak Manggarai ditarikan sebagai pembuka pertunjukan caci. Penari caci tidak hanya menari namun juga melecutkan cambuk ke lawan sembari berpantun dan bernyanyi. Lokasi pertandingan caci biasanya di halaman rumah adat.

Bila pukulan lawan dapat ditangkis, maka pecutan tidak akan mengenai badan. Kalau pecutan tidak dapat ditangkis, pemain akan menderita luka. Jika mata terkena cambukan, maka pemain itu langsung dinyatakan kalah (beke), dan kedua pemain segera diganti.

Pertarungan berlangsung dengan diiringi bunyi pukulan gendang dan gong, serta nyanyian (nenggo atau dere) para pendukung. Ketika wakil kelompok bertanding, anggota kelompok lainnya memberi dukungan sambil menari-nari. Tempurung kelapa dipakai sebagai tempat minum tuak yang dipercaya dapat menggandakan kekuatan para pemain dan penonton. Seperti layaknya pertandingan bela diri, sebagian penonton ada mendukung penyerang, sementara sebagian lagi mendukung pemain bertahan. Anggota kelompok atau penonton bersorak-sorak memberi dukungan agar cambuk dilecutkan lebih kuat lagi.

Penyanyi yang mengiringi Caci

Penonton 😁

Asal usul CACI

Konon atraksi bela diri tradisional atau tarian yang dianggap sakral ini selain dianggap Upacara Adat juga untuk menghormati para Leluhur dan juga untuk mempertemukan kembali para keturunan Raja Todo, penguasa kerajaan besar di Manggarai 300 tahun silam. Saat pertunjukan CACI warga kampung larut dalam kegembiraan menyambut ritual “Wajo Mora”. (menemukan kembali)

Sebelum melaksanakan Wajo Mora, seekor kerbau yang kelak menjadi hewan persembahan disiapkan di gerbang Kampung Todo. Hewan yang dipilih bukanlah kerbau biasa, melainkan seekor kerbau langka bertanduk domba yang disebut Kaba Lenggor. Pada saat yang sama, kepala suku atau tetua adat mengundang arwah para leluhur dengan melaksanakan upacara pemotongan ayam. Setelah itu, bersama tokoh adat dari kampung lain yang turut diundang, tetua adat memperlihatkan tambur atau gendang pusaka bernama Gendang Loke Nggereng.

Upacara dimulai dengan penyambutan tamu penting oleh kepala suku di dalam rumah adat yang disebut Kapu. Lalu, kerbau yang akan dipersembahkan digiring menuju altar atau compang. Kemudian, Kepala suku membacakan mantera meminta restu dari para leluhur. Setelah itu, sekelompok penari dan penyanyi mengelilingi hewan persembahan sambil melantunkan lagu „Sanda Lilik“ yang dianggap sakral. Puncak acara adalah penyembelihan hewan persembahan.

Bagi masyarakat setempat, ritual ini adalah saat yang mengharukan. Sebab, dengan selesainya ritual tadi warga telah membayar niat atau nazar Empo Pahu, leluhur mereka yang hidup 200 tahun silam. Menurut cerita rakyat penyelenggaraan upacara ini berawal dari mimpi satu di antara keturunan Empu Paho yang bernama Vitus Tamor. Lewat mimpinya, Vitus mendapat perintah untuk melaksanakan nazar leluhurnya tadi. Menurut Vitus, sebelum leluhurnya itu meninggal, Empo Pahu memang pernah bernazar mempersembahkan seekor kerbau langka bertanduk domba kepada Sang Pencipta demi persatuan dan kesejahteraan warga. Namun, hingga akhir hayatnya, nazar tersebut belum sempat terlaksana. Warga setempat percaya Sang Pencipta akan menganugerahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi mereka dan masyarakat Kabupaten Manggarai pada umumnya setelah mereka melaksanakan ritual tersebut.

Buat kalian yg tertarik dg info tentang pertunjukan Caci di desa Todo bisa menghubungi Pak Titus tel. nr‭ 0062 813 7984914‬

Salam hangat dari Austria! Yuli

Cacatan kecil:

Seperti saya tulis di Blog sebelumnya saya bisa menyaksikan pertunjukan CACI ini gara-gara Supir kita nge-jam Karet 😂 dan akhirnya malah saya berterima-kasih kepada beliau karena kejamkaretannya 😂😂 dalam kasus ini saya terus-terang harus bilang HIDUP JAM KARET!!!

berbahagia itu bisa memberikan sebagian sumbangan Buku dan Alat tulis buat anak-anak SD yang hari itu menunjukan kelihaian mereka menari CACI

Penonton anak-anak yang pingiiiiin banget di foto bareng dengan Pak Bule 😂

Short English version 😬

Caci, a ritual whip fight is a major element of Manggarai cultural identity. Caci equipments consisting of a whip, a shield, masks, and sticks burst with symbolism: the aggressor’s whip is made out of rattan with a leather-covered handle. It symbolizes male, the phallic element, the father, and the sky. The defender’s round shield represents the female, the womb, and the earth. It’s usually made out of bamboo, rattan, and covered with buffalo hide. As this meanings suggest, the male and the female elements are united whenever the whip hits the shield- symbolizing a sexual unity as an essential premise in giving life. Being a unique and aesthetic delight for spectators, Caci performances are an attraction to foreign as well as domestic visitors of Manggarai.

Narasumber: Pak Titus, Google, Wikipedia. Fotos: Semua Foto adalah koleksi pribadi

TODO “ Desa tua peninggalan jaman kejayaan Kerajaan Manggarai”

Terletak di Desa Todo, Kec. Satar Mese Barat, Kab. Manggarai, Kampung tua yang memiliki halaman yang dikelilingi batu tersusun rapi merupakan asal muasal kerajaan Manggarai. Di sini terdapat Rumah Adat (Niang) bernama “NIANG WOWANG”, Tambur/gendang Kecil yang terbuat dari kulit perut seorang gadis /Nona (Loke Nggerang) dan meriam-meriam kuno.

Selain itu salah satu ciri khas kampung Todo adalah Niang Todo, sebuah rumah adat berbentuk bundar beratap jerami yang diketahui merupakan istana raja Todo tempo dulu.

Rumah adat utama „Niang Todo“ yg dulunya tempat tinggal sang Raja Todo dan tempat penyimpanan „Gendang Sakral“

Niang Todo dilihat dari bawah 👆👇

Menurut Pak Titus rumah adat ini adalah rumah adat tertua dan original (asli) di Manggarai. Rumah adat ini hampir sama seperti rumah adat Manggarai pada umumnya, beratapkan ijuk, berbentuk kerucut dengan rangka kayu dan bambu, jika kerucut dibuka maka kerangkanya akan menggambarkan sebuah jaring laba-laba.

Pintu rumah adat ini hanya setinggi bahu orang dewasa jadi jika akan masuk rumah, seseorang harus menundukkan kepalanya, menurut orang Manggarai hal ini sebagai gambaran untuk menghormati pemilik rumah atau tetua adat mereka.

Peralatan tari Caci

Ukiran kayu pada salah satu pilar

Didalam rumah Niang Todo 👆

Berikut beberapa Foto yang menggambarkan keindahan suasana Desa Todo (aslinya lebih indahhhhhh deh 😁)

Rumah Adat „Niang Wowang“

Niang Wowang

Niang Wowang sebelum turun kabut ❤️❤️👆

Kabut menyelimuti „Niang Wowang“ tapi malah membuat suasana semakin mistis ❤️

saya dan paksu disuruh berpose oleh Pak Titus 😂 (saya yg asline pencinta kabut dg semangat 45 melaksanakan perintah si Pak Titus dong! 😂😂)

Berjalan diatas Awan 😂 (sebelum kabut turun)

Setelah berpose saya kemudian berbincang-bincang dg penduduk setempat sambil memberi pengarahan untuk tidak membuang sampah sembarangan 😬😬

Penduduk Asli Todo ❤️

Kain khas NTT yg harganya berkisar antara 50.000 – 400.000 rupiah

Golden hour ❤️❤️

Anak-anak kampung Todo yg minta di foto ❤️❤️❤️ sooo cute kan??

Life is better when you smile 😊 ❤️ (Nadia, Tasya & Andini).

Pintu masuk rumah Adat

Selain itu ada hal yang membedakan Rumah adat Todo dengan rumah adat Manggarai lainnya yaitu rumah adat ini terdapat gendang yang menurut cerita masyarakat setempat gendang tersebut terbuat dari kulit perut manusia.

Once upon time, pada masa Kerajaan Todo ada seorang gadis (Nona) keturunan India yg sangat cantik yang diperebutkan oleh dua Raja yg pada saat itu berkuasa, akan tetapi si Nona tidak tertarik sama sekali dengan kedua Raja yg memperebutkannya. Saya agak sedikit lupa dg cerita Pak Titus (pegawai yg merawat rumah-rumah adat tersebut 😬😬) kalau tidak salah kedua Raja tersebut membuat kesepakatan siapa saja yg berhasil menyunting si Nona maka Raja yg kalah harus menyerahkan Kerajaannya kepada si Raja yg berhasil menikahi si Nona, tapi rupa-rupanya si Raja Todo ini sedikit licik, diam-diam dia mengunjungi si Nona dan dibunuhnya dan kulit perut si Nona diambil serta diawetkan dg ramuan rempah-rempah dan dijadikan sebagai gendang! Dan rupa-rupanya karena si Raja Todo memiliki kulit perutnya si Nona akhirnya dia memiliki kekuatan yg luarbiasa sehingga si Raja yg lainpun takluk kepadanya (nanti saya akan klarifikasi dg Pak Titus lagi mengenai cerita ini – maapppkan 🤓🤓

Inilah „Loke Nggerang“ yg konon berasal dari kulit perut si Nona- Dengan membayar Rp. 150.000/orang pengunjung diperbolehkan masuk ke rumah adat dan melihat langsung Gendang Sakral ini!

Di atap pintu masuk Rumah Adat Todo juga terdapat ukiran kayu yang menggambarkan reproduksi wanita -rahim-, hal ini juga yang membedakan rumah Adat ini dengan rumah adat Manggarai lainnya.

Ukiran kayu yg menggambarkan reproduksi rahim seorang Wanita.

Di desa Todo dan juga di desa-desa lain di kabupaten Manggarai pengunjung juga dapat menyaksikan wisata budaya yg sangat terkenal yaitu “CACI”. Untuk CACI saya akan tulis ekstra di Blog karena ceritanya panjang dan juga sangat menarik 😉😉

Diundang minum teh dan makan Talas oleh Ibu Poppin ❤️

Diajarin menenun Kain yg ada malah saya merusak 🤣🤣 maapkan saya buibu!

Sekian cerita singkat tentang Desa Tua semoga pembaca bisa sedikit ikut terbawa ketempat yg luarbiasa ini.

Salam hangat dari Austria 🇦🇹

Ini bukti kalau saya benar-benar di Todo (jaman now semua harus ada bukti yeee ntar dibilang hoak pula 🤣)

Catatan kecil/ bts tapi penting 😁:

Sebenernya tujuan utama kita pada awalnya adalah WAEREBO tapi karena supir kita telat datang akhirnya kita berangkat juga telat dari Labuanbajo dan lucky us akhirnya kita terdampar di TODO, awalnya kita ngebut utk mengejar waktu dan Supir kita bilang mungkin waktu untuk ke Waerebo tidak akan terkejar dan yg menyarankan utk pergi ke TODO, dan saya tidak menyesal karena the truth is Waerebo (menurut Pak Titus nih) adalah hanya sebuah fotocopy dari TODO. Dan akhirnya setelah kita pasrah saya dan rombongan malah sempat menyaksikan Tarian Adat CACI . Kadang dalam hidup kita memang harus menerima kenyataan dan tidak usah ngotot menentang alam dan pada akhirnya kita akan diberi ganjaran juga.

Dan ada satu pesan dr Pak Titus; Kalau kalian ingin melihat rumah asli Flores datanglah ke Todo kalau kalian mau hiking pergilah ke Waerebo 😁!! Semoga suatu hari Todo akan ngetop juga seperti Waerebo! Amin

Narasumber story: Pak Titus, Google dan Wikipedia. Foto: Koleksi Pribadi

#travelblogger #todoflores #beautifulindonesia #ntt #manggarairegency #travelstories #ceritaperjalanan #traveller #weltkulturerbe #worldheritage

Garden’s Journey ke Wina

Sebenernya saya sudah sering pergi ke Wina, entah itu untuk jalan-jalan, atau sekedar bertemu dg teman atau ke KBRI atau hanya lewat sebulan sekali kalau saya mau pergi Airport dan terbang ke Amsterdam.

Nah kalau tgl 2 Juni kemarin sedikit beda 😉 karena saya jalan-jalannya dalam rangka kerja. Jadi bts-nya begini; Anggota Wanita Partai Rakyat Austria (ÖVP) dikampung saya mengadakan setiap 2 thn sekali „garden’s journey“ saya singkat saja jadi GJ ya.

Biasanya GJ ini dilakukan dikampung kita atau sekitarnya, intinya kita mengunjungi kebun2 privat orang yg biasanya ya ngga bisa dilihat utk umum karena spt sudah saya bilang Kebun oranglah. Dan saya memang sdh bbrp kali jadi tukang motret acara2 mereka.

Tahun ini mereka bilang hampir semua kebun2 dikampung kita dan sekitarnya sdh kita lihat dan banyak juga orang yg segan membuka Kebun mereka utk dilihat orang lain, bisa dimengerti sih hahahha kan hrs beres2 dulu kalau mau dikunjungin orang sekampung dan ribet pula harus menyediakan makanan kecil atau setidaknya minumanlah. Singkat kata mereka memutuskan utk pergi ke Wina karena selain GJ juga mereka diundang oleh Ketua Pusat ÖVP utk mengunjungi Istana Negara dan Kantor Pusat Parlemen istilahnya sekali tepuk kena dua lalat. Barbara teman saya dan organisator GJ mencari2 lewat Internet Kebun yg bisa mereka kunjungi dan tempatnya harus dekat2 Wina dong kan habis dr Kebun kita mau ke Istana Negara. Hari Sabtu jam 8 pagi kita semua bertemu di tempat parkir disamping jalan raya utk berangkat bersama-sama ke Wina naik Bis yeayyyy jumlah total peserta GJ adalah 28 orang termasuk saya.

Peserta GJ mejeng didepan Bis

didalam Bissalah satu peserta GJ ada yg ultah! cheers tukang foto ikut narcis ya 😂

Duduk paling depan di Bis asyikkkk lo bisa motret2 😂

Kebunnya Ibu Klein

Setelah perjalanan kurleb ditempuh 1,5 jam kitapun sampai di kota kecil „Grub“ yg jaraknya kira2 20 km diluar Wina dan langsung disambut oleh Frau (Ibu) Klein yg punya Kebun seluas 1500 hektar. Ibu Klein ini hebat umur beliau sudah 80 thn tapi masih segar-bugar dan 80 % pekerjaan di Kebun masih dikerjakan sendiri dan beliau masih mondar-mandir antara Wina – Grub dg mengendarai mobil sendiri. Kebun beliau itu dulunya bekas Pabrik Penggergajian Kayu yg setelah memakan waktu bertahun2 dirombak oleh beliau menjadi Kebun yg sangat nyaman dan cantik. Oh ya jadi si ibu Klein ini menjadikan Kebunnya sebagai bahan asupan kerja Thesisnya beliau yg mengambil Insinyur Perkebunan. Berikut Foto2 di Kebunnya Ibu Klein

didalam Gedung diatas ada WC dan Country Shop

Ayunan bersantai❤️

Serius mendengarkan penjelasan si Ibu asal-usul Kebun.

Kamar yg instagramable 😍perabotan dari email yg pingin saya angkut pulang 😂😂

Siibu Klein menyediakan beberapa Kue khasnya Austria „GUGGELHUPF“ lezattttt 😋😋

Setelah kita muter2 sambil makan kue dan mendengarkan penjelasan ttg asal-usul kebun lebih dr 2 jam kita pun meninggalkan Kebun siibu dan melanjutkan perjalanan kita ke Istana Negara dan Gedung Parlemen!

Sebelumnya kita foto bersama, sayangnya kebanyakan Bapak-Bapak sudah pada ngacir semua ke Restauran.

Grup foto cuma dg 2 bapak2 😂😂Ibu Klein minta foto bareng dg saya😬

Pada intinya kalau menurut saya sih Kebun si ibu Klein tidak sebagus daripada Kebun-Kebun yg selama ini saya kunjungi, tidak banyak bunga2 an juga. Kebun si ibu lebih menonjolkan Pepohonan dan alam yg alami, nevertheless saya tetap suka walaupun tadinya saya expected something else 😁.

Sekian duluya menurut saya ini sdh kebanyakan 😂 jadi kunjungan ke Istana Negara saya lanjut tulis di tulisan yg akan datang, nanti takut bosan mbacanya.

Salam dari Austria

AUSTRIA is NOT Australia

Memasuki thn ke 21 tinggal di Austria saya masih suka ngakak atau tersenyum simpul kalau saya pulkam 😁 karena hampir 90 persen kalau saya bilang saya tinggal di Austria pasti selalu dijawab ohhhh Australiaaaa 🤣🤣🤣 dan jawaban sayapun selalu sama ohhh nooo!!! nooo!!! bukan Australia melainkan AUSTRIA yg terletak dekat JERMAN dibenua Eropaaaa dan selalu saya tambahkan No Kangoroos di Austria lo 🤪🤪🤪

Salah satu Souvenir terkenal yg bisa dibeli di Austria 😂

Tapi jangankan di Indonesia beberapa kali paketan dan surat buat saya yg dikirim dari Inggris saja kesasar ke Australia 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ entah si tukang pos ngga bisa baca atau teledor yg jelas saya pernah marah2 ke si pengirim paket krn dia bilang paket sdh dikirim tapi ngga sampai-sampai dan ternyata itu paket jalan2 dulu ke Australia!

Missent to Australia 👇

Aniweeeee sekarang sdh jelas kan? 😂😂

Kok bisa saya tiba2 mendarat di Austria??? ceritanyaaaa panjangggggg sekali dan bisa dijadikan Film kata teman2 saya! Versi Cerpennya saja yg saya tulis disini 😉 #sekedarinfobuatygkepo😂

Setelah lulus dari ASMI saya dulu kerja di Perusahaan Austria di Cilegon- Jawa Barat dan disanalah saya bertemu dg teman sekantor saya yg kemudian menjadi suami saya selama 12 thn. Singkat kata thn 1997 saya pergi dr Indonesia for good dan memulai hidup baru di Austria atas dari Nol lagi.

Pffff kalau diingat2 awal2 hidup dinegeri orang itu sooo hard apalagi di kampung tempat saya tinggal jarang banget orang yg bisa berbahasa Inggris (dan pada awalnya saya ngga bisa babarblas bhs Jerman) 🙄🙄 oya di Austria bahasa yg dipakai adalah Bahasa Jerman dan tentu saja ada juga Dialek Austria Jerman (yg bikin semakin mumet krn dialek Jerman Austria ya beda dg Bahasa Asli Jerman) na dann viel Spaß!!! kata orang Austria ( then have fun kalau diterjemahkan!).

About Austria:

Denger-denger sih Austria adalah salah satu negara paling kaya di dunia dengan standar hidupnya yang sangat tinggi! Tapi jangan salah yaa karena standar hidup kita yg sangat tinggi ya pada dasarnya karena kita2 penduduknya bayar pajaknya juga tinggi sekali dan semua orang disini harus punya Asuransi yg juga mahal bulanannya (jumlah pajak dan asuransi yg hrs kita bayar disesuaikan dg jumlah penghasilan kita ** ya) tapi kenikmatannya ya memang banyak seperti misalnya; sekolah gratis, kedokter juga gratis dan kalau punya anak kita dapat juga uang anak yg dibayar ke rekening kita setiap awal bulannya!

** semakin tinggi penghasilan seseorang akan semakin tinggi bayaran pajak dan asuransinya tetapi maksimal kurleb 43 % jadi sistimnya sistim sosial krn orang yg berpenghasilan rendah tetap bisa menikmati semua kemudahan2 yg ada krn ya itu dia mereka dibiayai oleh pembayar pajak lain yg penghasilannya lebih tinggi! enak kan?? dan sangat sosial lah!

Penduduk Austria menurut statistik Austria awal 2018 sebanyak 8,8 Juta. Ibukota Austria adalah Wina aka Vienna atau kita menyebutnya WIEN dg jumlah penduduknya yg terbanyak di Austria yaitu 1,7 juta.

Saya sekeluarga tinggal di propinsi Upperaustria atau Austria atas atau kita menyebutnya „Oberösterreich“. Ibukota Upperaustria adalah Linz dg jumlah penduduk sebanyak 271.000

Mungkin kalian semua bertanya2 yaa kok bisa yaa negara yg kecil seperti Austria bisa termasuk salah satu negara terkaya di dunia! resepnya adalah Sumber Daya Manusianya dan technology yg sangat tinggi! Bahkan SDM dan technology yg dijual oleh Austria adalah 70,3 % pemasukan negara.

Saya suka berhayal kalau seandainya Indonesia yg kaya-raya dg hasil alamnya dan diolah dg SDM nya spt di Austria pasti Indonesia akan menjadi negara yg paling kaya sejagat rayaaaa dan sampai tujuh turunan tidak usah khawatir dg masalah keuangan wis pokoknyaaaa kereeeen habissss deh! #mimpidisiangbolong🤪

Oh yaa hampir lupa Austria itu gudangnya Musik klasik juga yaa (dan Austria itu jugaaa cantikkk dan bersihhh)

Berikut Bbrp foto dr Austria 😉

Kota kecil Mauthausen

Kota Steyr👆👇Kota Grein

Kota tertua di Austria – Enns

Pernah denger kan nama Mozart??? si doi itu lahir di Austria di kota Salzburg!

Nah ditulisan yg akan datang saya akan coba bawa kalian semua satu persatu ke kota2 beken di Austria seperti Wina, Salzburg, Innsbruck atau Hallstatt 😁

Stay tuned yaaa 🤟🤟

Bis zum nächsten mal! sampai jumpa lagi ditulisan mendatang!!!

Ps: Info 👇ttg GDP Austria 😉

BIP nach Wirtschaftssektor = Gross domestic product (GDP)

Landwirtschaft: 1,4 % (2013) = Pertanian

Industrie: 28,2 % (2013) = Industri

Dienstleistung: 70,3 % (2013) = Services(Sdmdan Tehnologi) source; Wikipedia

Blogger Wannabe 🤪

Sejak 2 tahun lalu saya punya account „wordpress“ ini tapi selama ini saya tidak pernah aktif menulis atau apapun, pokoknya aktifitas adalah ZERO. Biasanya saya cuma membaca-baca tulisan-tulisan beberapa Blogger yg saya follow saja dan dari beberapa Blogger yg bisa dihitung dg jari itu 😂 hampir semuanya member #mbakyurop aka #kompakerseropa. Sekedar info #mbakyurop aka #kompakerseropa adalah grup perkumpulan anggota Instagram @uploadkompakan yg tinggal di Eropa.

Aniweeee sejak tahun lalu saya memang punya niat mau ikutan juga nulis2 ala blogger- blogger terkenal hihihi terutama ya sebenernya ttg traveling dan budaya serta tradisi di Austria, niat terus tapi ngga pernah terlaksana karena selalu ada sesuatu yg menghambat saya untuk „just do it“!!!!

Hari ini ngga tau kenapa tiba2 seperti dapat wangsit saya login ke account saya dan setelah sedikit dibuat pusing karena saya tentu saja lupaaa password 😂 akhirnya tertulis Blog pertama saya yeaayyyy

Tujuan saya mahhh sekedar berbagi info siapa tahu bermanfaat buat orang lain dan yg lebih utama hitung2 latihan nuliss ya ngga??

Sementara segitu saja yaaa!! 😉😉 maklum Kepala saya masih terlalu crowded dg too much tema 😬😬 apa yg mau saya tulis.

Sekedar introduction cukupkan? Any saran dan kritik is highly appreciated 🙏🙏

Salam dari Austria dan sampai jumpa lagi di tulisan yg akan datang.